Feeds:
Kiriman
Komentar

22 VS 1

Ada seorang pemuda arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampong tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Mula mula ia keberatan, namun karena desakan akhirnya pemuda itu pun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk.

Di saat itu, si pendeta agak terbeliak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, “Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini.” Pemuda arab itu tidak bergerak dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergerak dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, “Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya. ” Barulah pemuda ini beranjak keluar.

Di ambang pintu, pemuda bertanya kepada sang pendeta, “Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim.” Pendeta itu menjawab, “Dari tanda yang terdapat di wajahmu.” Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun, pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memalukan pemuda tersebut dan sekaligus mengukuhkan ugamanya. Pemuda muslim itupun menerima tentangan debat tersebut.

Pendeta berkata, “Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat.”Si pemuda tersenyum dan berkata, “Silakan! Sang pendeta pun mulai bertanya, “

  1. Sebutkan satu yang tiada duanya,
  2. dua yang tiada tiganya,
  3. tiga yang tiada empatnya,
  4. empat yang tiada limanya,
  5. lima yang tiada enamnya,
  6. enam yang tiada tujuhnya,
  7. tujuh yang tiada delapannya,
  8. delapan yang tiada sembilannya,
  9. sembilan yang tiada sepuluhnya,
  10. sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,
  11. sebelas yang tiada dua belasnya,
  12. dua belas yang tiada tiga belasnya,
  13. tiga belas yang tiada empat belasnya.
  14. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!
  15. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?
  16. Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?
  17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya?
  18. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!
  19. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?
  20. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?
  21. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!
  22. Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?”

Mendengar pertanyaan tersebut, pemuda itu tersenyum dengan keyakinan kepada Allah. Setelah membaca basmalah ia berkata,

  1. Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.
  2. Dua yang tiada tiganya ialah Malam dan Siang. Allah SWT berfirman, “Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami).” (Al-Isra’: 12).
  3. Tiga yang tiada empatnya adalah kesilapan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.
  4. Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur’an.
  5. Lima yang tiada enamnya ialah Solat lima waktu.
  6. Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah Hari ketika Allah SWT menciptakan makhluk.
  7. Tujuh yang tiada delapannya ialah Langit yang tujuh lapis. Allah SWT berfirman, “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.” (Al-Mulk: 3).
  8. Delapan yang tiada sembilannya ialah Malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman, “Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat men-junjung ‘Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka.” (Al-Haqah: 17).
  9. Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu’jizat yang diberikan kepada Nabi Musa yaitu: tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang. Dan bukti-bukti itu ialah angin taufan, belalang, kutu, katak, darah, tongkat, tangan, belah laut, memayungi mereka dengan awan, al-man, al-salwa, batu hingga yang lain daripada tanda kekuasaan Allah yang mereka saksikannya.
  10. Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah Kebaikan. Allah SWT berfirman, “Barang siapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat.” (Al-An’am: 160).
  11. Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah Saudara-Saudara Nabi Yusuf.
  12. Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah Mu’jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, “Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, ‘Pukullah batu itu dengan tongkatmu.’ Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air.” (Al-Baqarah: 60).
  13. Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah Saudara Nabi Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.
  14. Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Subuh. Allah SWT ber-firman, “Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing.” (At-Takwir: 18).
  15. Kuburan yang membawa isinya adalah Ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
  16. Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Nabi Yusuf , yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, “Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlumba-lumba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala.” Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, ” tak ada cercaan terhadap kamu semua.” Dan ayah mereka Ya’qub berkata, “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Yusuf:98)
  17. Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara Keledai. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai.” (Luqman: 19).
  18. Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapa dan ibu adalah Nabi Adam, Malaikat, Unta Nabi Shalih dan Kambing Nabi Ibrahim.
  19. Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, “Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.” (Al-Anbiya’:69).
  20. Makhluk yang terbuat dari batu adalah Unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentera bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).
  21. Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah Tipu Daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT “Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar.” (Yusuf: 28).
  22. Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah Tahun, Ranting adalah Bulan, Daun adalah Hari dan Buahnya adalah Solat yang lima waktu, Tiga dikerjakan di malam hari dan Dua di siang hari.

Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawapan pemuda muslim tersebut. Kemudian ia pun mula hendak pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh pendeta.

Pemuda ini berkata, “Apakah kunci surga itu?”

Mendengar pertanyaan itu lidah pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rupa wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekuatirannya, namun tidak berhasil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia cuba mengelak. Mereka berkata, “Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab, sementara ia hanya memberi cuma satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!”

Pendeta tersebut berkata, “Sesungguh aku tahu jawapan nya, namun aku takut kalian marah.” Mereka menjawab, “Kami akan jamin keselamatan anda.” Pendeta pun berkata, “Jawabannya ialah:

Asyhadu An La Ilaha Illallah Wa Aasyhadu Anna Muhammadar Rasulullah.”

Lantas pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu terus memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugerahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.

www.iluvislam.com

Waalaikumussalam wrt wbt.

Buatmu,

Bakal suamiku.

Entah angin apa yang membuai hari ini, membuatkanku begitu berani untuk mencoretkan sesuatu untuk dirimu yang tidak pernah kukenali. Aku sebenarnya tidak pernah berniat untuk memperkenalkan diriku kepada sesiapa. Apatah lagi meluahkan sesuatu yang  khusus buatmu sebelum tiba masanya. Kehadiran seorang lelaki yang menuntut sesuatu yang aku jaga rapi selama ini semata-mata buatmu. Itulah hatiku dan cintaku, membuatkan aku tersedar dari lenaku yang panjang.

Aku telah dididik ibu semenjak kecil agar menjaga maruah dan mahkota diriku kerana Allah telah menetapkannya untuk suamiku, iaitulah dirimu suatu hari nanti. Kata ibu, tanggungjawab ibubapa terhadap anak perempuan ialah menjaga dan mendidiknya sehingga seorang lelaki mengambil alih tanggungjawab itu dari mereka. Jadi, kau telah wujud dalam diriku sejak dulu lagi. Sepanjang umurku ini.

Aku menutup pintu hatiku daripada mana-mana lelaki kerana aku tidak mahu membelakangimu. Aku menghalang diriku dari mengenali mana-mana lelaki kerana aku tidak mahu mengenali lelaki lain selainmu, apatah lagi memahami mereka. Kerana itulah aku sedaya kudrat yang lemah ini membatasi pergaulanku dengan bukan mahramku. Aku sering sahaja berasa tidak selamat diperhatikan lelaki. Bukanlah aku menyangka buruk terhadap mereka, tetapi lebih baik aku berjaga-jaga kerana contoh banyak di depan mata. Apabila terpaksa berurusan dengan mereka, akan aku buat ‘expressionles face’ dan ‘cool’. Akan aku palingkan wajahku daripada lelaki yang asyik merenungku ataupun cuba menegurku. Aku seboleh-bolehnya melarikan pandanganku daripada ajnabi kerana pesan Sayyidatina ‘Aisyah R.A ;

“sebaik-baik wanita ialah yang tidak memandang dan dipandang”

Aku tidak ingin dipandang cantik oleh lelaki. Biarlah aku hanya cantik di matamu. Apa guna aku menjadi idaman ramai lelaki sedangkan aku hanya boleh menjadi milikmu seorang. Aku tidak merasa bangga menjadi rebutan lelaki bahkan aku merasa terhina diperlakukan sebegitu seolah-olah aku ini barang yang boleh dimiliki sesuka hati. Aku juga tidak mahu menjadi punca kejatuhan seseorang lelaki yang dikecewakan lantaran terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak dapat kuberikan.

Bagaimana akan aku jawab di hadapan Allah kelak andai disoal?

Adakah itu sumbanganku kepada manusia selama hidup di muka bumi?

Kalau aku tidak ingin kau memandang perempuan lain, aku dululah yang perlu menundukkan pandanganku. Aku harus memperbaiki kelemahan dan menghias peribadiku kerana itulah yang dituntut Allah. Kalau aku inginkan lelaki yang baik menjadi suamiku, aku juga perlu menjadi perempuan yang baik.

Bukankah Allah telah menjanjikan perempuan yang baik itu untuk lelaki yang baik?

Tidak dapat aku nafikan, sebagai remaja aku memiliki perasaan untuk menyayangi dan disayangi. Namun, setiap kali perasaan itu datang, setiap kali itulah aku mengingatkan diriku bahawa aku perlu menjaga perasaan itu kerana ia semata-mata untukmu. Allah telah memuliakan seorang lelaki yang bakal menjadi suamiku untuk menerima hati dan perasaanku yang suci. Bukan hati yang menjadi lebihan lelaki lain. Lelaki itu berhak mendapat kasih yang tulen, bukan yang telah dibahagi-bahagikan.

Diriku yang sememangnya lemah ini diuji Allah apabila seorang lelaki secara tidak sengaja mahu berkenalan denganku. Aku secara keras menolak, pelbagai dalil aku dikemukakan, tetapi dia tidak mahu mengalah. Lelaki itu tidak hanya berhenti di situ. Dia sentiasa menghubungi dan menggangguku. Aku berasa amat tidak tenteram, seolah-olah seluruh hidupku yang ceria selama ini telah dirampas dariku. Aku tertanya-tanya adakah aku berada di tebing kebinasaan. Aku beristighfar memohon keampunan-Nya. Aku juga berdoa agar Dia melindungi diriku daripada sebarang kejahatan. Kehadirannya membuatkan aku banyak memikirkanmu. Kau kurasa seolah-olah wujud bersamaku. Di mana sahaja aku berada, akal sedarku membuat perhitungan denganmu. Aku tahu lelaki yang melamarku itu bukan dirimu. Malah aku yakin pada gerak hati, ‘woman intuition’ku yang mengatakan lelaki itu bukan kau.

Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku ini untuk memilih berlian sedangkan aku hanya sebutir pasir yang wujud di mana-mana. Tetapi aku juga punyai keinginan seperti gadis lain, dilamar lelaki yang bakal dinobat sebagai ahli syurga, memimpinku ke arah tuju yang satu. Tidak perlu kau memiliki wajah seindah Nabi Yusuf A.S yang mampu mendebarkan jutaan gadis untuk membuatku terpikat. Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Luh Mahfuz, Allah pasti mencampakkan rasa kasih di dalam hatiku, jua hatimu kali pertama kita berpandangan. Itu janji Allah. Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan kau zahirkan perasaanmu itu kepadaku kerana kau masih tidak mempunyai hak untuk berbuat begitu. Juga jangan kau lampaui batasan yang telah ditetapkan syara’. Aku takut perlakuanmu itu akan memberi impak yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak. Permintaanku tidak banyak, cukuplah dirimu yang diinfak seluruhnya pada mencari redha Ilahi.

Aku akan berasa amat bertuah andai dapat menjadi tiang seri ataupun sandaran perjuanganmu. Bahkan aku amat bersyukur pada Ilahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, menghulurkan tanganku untuk berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu. Akan aku kesat darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itulah impianku. Aku pasti berendam airmata darah andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu padaku. Bukan itu yang aku impikan. Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu. Kerana dengan mencintai Allah kau akan mencintaiku kerana-Nya. Cinta itu lebih abadi dari cinta insan biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga.

Aku juga tidak ingin dilimpahi kemewahan dunia. Cukuplah dengan kesenangan yang telah diberikan ibubapaku dulu. Apa guna kau menimbun harta untuk kemudahanku sekiranya harta itu membuatkan kau lupa pada tanggungjawabmu terhadap agamamu. Aku tidak akan sekali-kali bahagia melihatmu begitu. Biarlah kita hidup di bawah jaminan Allah sepenuhnya. Itu lebih bermakna bagiku.
Dariku,

Bakal isterimu

www.iluvislam.com

nasihat mak tuk saya

actually saya dpt cerita mak nasihatkan anak tentang cinta ni dlm iluvislam.com and saya tertarik tuk share ngan sume org..

Saya bertanya kepada emak, “mana satu pilihan hati, orang yang sayangkan kita atau yang kita sayang? ”

Mak jawab, “dua-dua bukan..”

Saya tercengang..Mak mengukir senyuman.

“Pilihan hati mak adalah yang sayangkan kita kerana Allah..” Saya menarik nafas dalam-dalam.

“Macam mana nak tau orang tu sayang kita kerana apa?” Mak diam sekejap berfikir dan kemudian tersenyum.

Rasanya mak dapat menduga apa yang sedang bermain dalam hati anak perempuannya. Mana mungkin saya mampu menyorokkan rahsia hati dari mak sedangkan sekilas saya pun mak mampu membacanya. “Yang paling tahu hanya Allah..” mak merenung dalam-dalam wajah anaknya. “Kerana hanya Allah mampu membaca hati hambaNya.. ” mak menyusun ayat-ayatnya. “Dan keikhlasan kerana Allah itu akan terserlah keberkatannya tanpa perlu sengaja ditonjokan oleh seseorang tu..”

Saya memintas, “Tak faham..”

Mak menyambung “Cinta di dalam jalan Allah.. Bertemu kerana sama-sama mencari redha Allah..” Mak menyambung lagi, “begini, setiap insan yang bergelar manusia telah Allah ciptakan berpasang-pasangan. Rasa ingin dikasihi antara seorang suami dan isteri suatu fitrah. Automatik boleh ada daya tarikan magnet tu..” Wajah saya merah, sedikit cemas jika mak dapat mengesan gelora jiwa muda ini.. Mak menyambung “Setiap manusia telah Allah tetapkan rezeki,jodoh dan maut sejak azali lagi..Persoalannya ialah.. Siapakah jodohnya itu?” mak berhenti seketika. Saya tunduk malu, cuba menyorokkan rasa panas di pipi. Emak buat-buat tidak nampak.

Secret Admire

“Kakak, mak dulu masa besar ada secret admire.. Rajin betul dia hantar surat..Masa tu mak dah tahu yang bercinta sebelum kahwin ni tak halal..Dan masa tu mak tekad tak mahu layan sebab mak takut arwah tokwan kena seksa dalam kubur.. Mak sedar mak anak yatim, anak orang miskin, adik beradik ramai.. Mak nak belajar sungguh-sungguh.. Lama budak tu tunggu mak.. Akhirnya mak bagi kata putus, mak hanya akan membalas cinta dia jika dia sah suami mak.. Dan dia memang bukan jodoh mak, maka tak pernah dia menerima balasan cinta tu.” Mak merenung jauh. Saya merapatkan badan kepada emak, semakin berminat dengan kisah lama mak..

“Mak memang tak ada perasaan lansung pada dia ke?” saya menyoal sambil memandang tajam wajah mak. Emak ketawa kecil. “Walaupun mungkin ada, mak tak pernah bagi peluang pada diri mak untuk mengisytiharkan perasaan tu.. Mak takut pada Allah. Mak bukan seperti rakan sebaya mak yang lain.. Mak, seperti kakak..” mak memandang saya sambil memegang pipi dan dagu saya. Kemudian tangannya mengusap rambut di kepala saya.

“Mak anak ustaz ustazah.. Tapi zaman tu ustaz ustazah nya masih berkebaya pendek dan ketat. Tok wan mak kiyai. Mungkin berkat doa keturunan sebelum ni yang soleh-soleh, hati mak tertarik sangat pada agama walaupun tiada sesiapa yang mendorong.. Bila di sekolah, mak pelajar pertama yang bertudung.. Mak membawa imej agama. Kawan-kawan dan cikgu-cikgu  panggil mak dengan gelaran mak Aji.. Sebab zaman tu hujung 70an dan awal 80an tak ramai lagi yang bertudung betul menutup auratnya..Zaman tudung nipis dan nampak jambul. Kemudian kawan-kawan mak sikit-sikit ikut bertudung. Akhirnya kami semua dipanggil di perhimpunan. Kami dimarah guru besar kerana bertudung sedangkan ustazah kami bertudung tapi nampak jambulnya..” emak melemparkan pandangan ke lantai. “Selepas tu ustazah jumpa kami secara persendirian. Ustazah kata dia tak mampu nak pakai seperti kami. Dia suruh kami teruskan..” sambung emak. Ada getar di hujung suara emak. Kisah silam perjuangan emak di sekolah dahulu sikit-sikit emak ceritakan pada saya. Itulah juga salah satu inspirasi kepada saya untuk bangkit semula setiap kali terjatuh ketika berjuang di sekolah dulu.

“Mungkin kerana personaliti mak, mak menjadi tempat rujukan kawan-kawan mak.. Jadi, bila mak nak ambil sesuatu tindakan, mak kena fikir betul-betul sama ada tindakan mak tu akan menyebabkan Allah marah atau tidak. Mak ayah berdosa tak? Dan maruah pembawa agama terjejas tak? Kalau mak membalas cinta si lelaki tadi, bermakna mak sedang menconteng arang di muka-muka pembawa-pembawa agama. Orang akan pandang serong terhadap orang yang bertudung sedangkan kesilapan tu hanya seorang dua yang buat. Besar fitnah akan timbul apabila orang-orang agama mengambil ringan batas syariat duhai anak..” mak menelan air liurnya. Saya diam. Fikiran saya sedang cuba memahami maksud mak saya.

Adakah ia suatu diskriminasi?

“Kakak.. Jatuh cinta perkara biasa. Apabila kita jatuh cinta pada seseorang, itu tandanya ada sesuatu keistimewaan pada seseorang tu. Apatah lagi orang yang kita jatuh cinta tu di atas jalan dakwah ni..Tetapi kita kena ingat.. Kita tak akan dikahwinkan dengan seseorang atas sebab jatuh cinta atau saling cinta mencintai.. Bercouple mungkin.. Tetapi bukan berkahwin.. Kerana kita berkahwin dengan jodoh kita, jodoh yang Allah dah tetapkan sejak azali.. Dan tak mustahil orang yang kita paling benci itulah jodoh kita yang kita akan dikahwinkan dengannya..” Tiba-tiba air mata saya mengalir. Argh! Ego saya kalah bila mendengar hujah emak. Emak meneruskan, “Allah itu Maha Adil.. Dia tak pernah menzalimi hambaNya..Sesungguhnya, yang selalu menzalimi hambaNya ialah diri hamba tu sendiri.. Sebabnyam hamba tu degil. Dia mahukan yang bukan haknya, yang bukan milik dia. Mencintai seseorang tidak semestinya memilikinya.

Dalam Islam, kita dah diajar untuk saling mencintai antara satu sama lain seperti diri sendiri.. Jadi apabila kita mencintai saudara perempuan, kita bebas peluk dia. Tetapi bila dengan lelaki, kita ada batas-batasnya. Orang kafir kata batas-batas ini suatu diskriminasi, tetapi sebenarnya batas-batas syariat itulah yang memelihara kehormatan seorang lelaki dan seorang perempuan. Cuba kakak renungkan, kita mengenali seorang insan yang amat baik, sempurna agamanya dan rajin. Lalu kita jatuh hati padanya. Ditakdirkan jodohnya dengan insan lain, kita pula dengan yang lain.. Tetapi itu tidak bermakna ukhwah antara kita dan dia terputus.. Kita dan dia sama-sama mencari redha Allah.. Kita dan dia masih boleh sama-sama bekerjasama untuk mencari redha Allah.. Perbezaannya, dia halal untuk isterinya sedangkan untuk kita, dia tetap lelaki ajnabi seperti yang awalnya.” emak berhenti seketika..

Bukan luar biasa

Tentu kering tekak emak menerangkan kepada saya persoalan hati ini. “Kakak.. jadi di sini mak nak kakak faham, jatuh cinta bukan perkara luar biasa.Dan berkahwin pun bukan suatu jaminan untuk tak jatuh cinta pada lelaki lain.. Kerana itulah ramai isteri yang curang, suami yang curang.. Ada orang tukar pasangan macam tukar baju. Apa yang penting ialah kita kena perjelaskan pada diri kita supaya setiap kali kita jatuh cinta, jatuh cinta itu kerana kita jatuh cinta kepada Pencipta dia. Kita bagi tau pada diri kita berulang kali yang kita mencintai Allah, kerana itu kita mencintai si dia. Letakkan Allah sebagai sempadan hati kita, segala perkara yang kita cintai dan sayangi termasuk mak abah adalah kerana mencintai Allah.. Dan apabila kita membenci seseorang atau sesuatu, beri tahu pada diri sendiri berulangkali yang kita benci sekian-sekian hal kerana Allah semata-mata.. ”

“Kakak.. Hati kita ni walaupun dalam dada kita sendiri, ia tetap bukan milik kita. Kita tak mampu untuk mengawalnya.. Hanya Allah yang boleh memegangnya.. Sebab tu kita kena dekatkan diri dengan Allah.. Sebab kita nak dia pegang kukuh-kukuh hati kita. Bila dia pelihara dan masuk dalam hati kita, itulah nikmat lazatnnya bercinta. Masa tu biarpun satu dunia menyakiti kita, kita tak rasa sakit sebab kita asyik dengan nikmat bercinta dengan Allah..Bercinta dengan Allah sangat berbeza dari bercinta dengan manusia. Kerana tentulah pegalaman bercinta dengan lelaki kaya,rupawan, sempurna dan bijaksana tak sama rasanya bercinta dengan lelaki miskin, hodoh,cacat dan dungu.. Betapa nikmatnya cinta Allah, hanya mereka yang pernah merasai sahaja yang mampu mengerti. ”

Redha

“Kakak.. Walau siapapun jodoh yang Allah hantarkan untuk kakak, terimalah dengan hati yang redha.. Tak mustahil dia adalah orang yang kita benci. Kalau yang kakak sayang, tak jadi hal lah.. Tapi kalau dapat yang kakak tak nak, lantaran kelemahan yang ada pada dia, ingatlah bahawa dalam diri setiap insan telah Allah ciptakan dengan kelebihan masing-masing. Dan mungkin kakak ada kekuatan yang dapat mengubah si lelaki tadi supaya hidup dia bermakna dan mungkin kakak sahaja yang mampu mencungkil kelebihan yang ada pada dia.. Mungkin juga si lelaki ini ada sesuatu kelebihan yang kakak sangat-sangat perlukan yang satu dunia tak mampu bagi pada kakak.. Alangkah bertuahnya kakak kalau kakak mengerti setiap pemberian Allah dan belajar untuk bersyukur.. ” Sekali lagi berjuraian air mata saya turun. Terasa lemah lutut hendak berdiri.

Emak menarik tubuh saya dan memeluk erat. Pelukan emak sangat-sangat kuat. “Emak dah didik anak emak dari belum lahir untuk mencintai Allah.. Sekarang emak serahkan anak emak yang mak sayang sangat ni pada Allah untuk Dia pelihara..” Emak mengakhiri kata-katanya dengan suara sebak dan air mata yang mengalir ke bahu saya.

www.iLuvislam.com

Selagi dinamakan manusia, kita mempunyai perasaan suka mengasihi dan dikasihi. Memang adat kehidupan bahawa kasih cinta didahului dengan berasa rindu, namun jangan pula rindu berlebihan. Kerinduan kepada kekasih, sering kali membekaskan duka, penyakit menyebabkan kelemahan hati. Kita sebenarnya berperang dengan perasaan. Namun, seorang Muslim akan terasa nikmat jika dapat menjauhi keluhan, kesedihan dan kerinduan ini.

Ibnu Qayyim memberikan terapi mujarab mengenai masalah rindu. Sebelum itu beliau memberikan sebab mengapa rasa rindu berlebihan terjadi antaranya: Hati tidak terisi oleh rasa cinta, syukur, zikir dan ibadah kepada Allah sebaliknya membiarkan mata meliar. Pandangan dan renungan mata adalah jalan membawa kepada kesedihan dan keresahan.

Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Pandangan mata itu satu daripada sekian banyak anak panah iblis.” Setiap penyakit ada ubatnya. Ubat yang terbaik adalah meneguk daripada pengajaran al-Quran seperti firman Allah yang bermaksud: “Demikianlah supaya kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba kami yang terpilih.” – (Surah Yusuf, ayat 24)

  • Ikhlas kepada Allah. Ikhlas adalah ubat penyakit rindu. Ikhlas kepada Allah bermakna selalu berusaha berada di pintu ibadah dan memohon kesembuhan daripada Allah. Jika kita ikhlas kepada Allah, Allah akan menolong kita daripada penyakit kerinduan melalui cara tidak pernah terdetik di hati. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan: “Sungguh jika hati telah berasakan manisnya ibadah kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya, nescaya ia tidak akan menjumpai hal lain yang lebih manis, indah, nikmat dan baik daripada Allah. Manusia tidak akan meninggalkan sesuatu dicintainya, melainkan selepas memperoleh kekasih lain yang lebih dicintainya.
  • Doa mengundang sikap, rasa fakir dan rendah diri di hadapan Allah. Oleh itu doa adalah salah satu bentuk ibadah yang agung. Ketika kita berada dalam kesempitan, kita bersungguh-sungguh dalam berdoa, berasakan Allah amat dekat mendengarkan rayuan.
  • Mengurus mata dan pandangan. Pandangan yang berulang-ulang adalah suis penting menyalakan api rindu. Orang yang memandang dengan sepintas lalu jarang berasakan hati terusik dan jatuh. Ibnul Qayyim menyatakan: “Orang berakal tidak mudah tergelincir jatuh hati dan rindu, dia tidak tertimpa pelbagai kerosakan. Barang siapa yang terjun ke dalamnya maka ia termasuk orang yang menzalimi diri sendiri, tertipu dan akhirnya binasa. Jika dia tidak melakukan pandangan berkali-kali terhadap orang yang dikagumi dan usahanya itu meragut benang asmara, pastilah asmara tidak akan kukuh mencengkam jiwanya.”
  • Bernikah dan membina rumah tangga adalah langkah paling baik. Inilah ubat rindu paling baik. Tidak semestinya bernikah dengan orang yang kita kagumi. Meskipun pernikahan itu dilangsungkan tidak dengan orang dicintai dan diidamkan.

master oh master..

clasnye every week can say lumayan coz 9 jam jer. 2 day only and 5 day left is a Holiday!!

Holiday??!! tett.. 0 marks..

no holiday for postgrad. we dont even know what holiday mean.. huhu..

actually yesterday at dr nik class we had been discuss bout the field work assessment. mangrove conservation?? of coz la coz we are an environmental journalists.

fine if we go to conserve the mangrove or even the area of mangrove nursery. i can do it, im not pretty sure but i think i can do it.

but..

to make thing worse we also must handle a bunch of little rascal..oops.. my bad..i mean a bunch of form 5 and form 6 students.

and to make thing even worse is we work with dr J. i repeat.. dr J k.. tekanan2!!

bg mengsengsarakan lagi idupku.. at the same time i have to finish a hardcore paper for prof mus seminar presentation plus his individual assignment..huh!

ok.. not juz that.. also plus a H1N1 research paper. my life is miserable.. huargh!! i want my mum.. badly..

plzz God help me..

i really need to rest my brain. its stuck, wyar dh berselirat and i cant center my thingking..huhu.. i became more passive coz im in deep depression..

den.. here come a personal problem which i really cant.. juz stop it.. i dont want it even exists but its still there,never ending,killing me softly and waiting to take away my life..

suddenly i realize that life is not that easy like i always imagine.. there a challenge which i must overcome it.. there a happy and sad thing bout life which i must coop with and i have Allah to help me through all this..

Fainnamaal usri yusro! ‘Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan’

menangis krn Allah…

Firman Allah swt dari surah Al Maidah ayat 44 yang kira-kira maksudnya:

“Maka janganlah Engkau takut kepada manusia dan takutlah kepadaKu…”

Diceritakan, ada seorang lelaki yang jatuh hati kepada seorang wanita. Ketika wanita itu keluar untuk satu keperluannya, maka pergilah lelaki itu bersamanya. Sampailah mereka ke satu kampung yang sunyi di mana penghuninya telah pun tidur. Lalu, lelaki itu pun menyampaikan hasrat hatinya. Wanita itu menyahut, “Lihatlah samada orang-orang telah tidur semuanya?”

Lelaki itu memikirkan bahawa wanita itu bermaksud bahawa wanita itu bersetuju untuk menuruti kehendak hatinya. Dia pun mengelilingi kawasan itu untuk melihat samada semua orang telah tidur atau tidak. Setelah jelas bahawa semua orang-orang telah tertidur, segera dia menghampiri wanita tersebut seraya berkata, “Benar, semua orang telah pun tidur.”

Lalu, wanita tersebut bertanya; “Bagaimanakah pendapatmu dengan Allah? Apakah saat ini Dia juga telah tidur?”

Dan lelaki itu pun menjawab. “Sesungguhnya Allah tidak pernah tidur.”

Wanita itu pun berkata lagi. “Sesungguhnya Zat yang tidak pernah tidur akan melihat kita meskipun manusia sedang tidur lelap dan tidak melihat kita. Oleh kerananya Dia lebih berhak untuk ditakuti.”

Dengan segera lelaki itu meninggalkan wanita itu kerana dia takut kepada Allah. Dia telah pulang ke rumahnya dan bertaubat. Setelah dia meninggal dunia, ada orang telah bermimpi bertemu dengannya.

Lalu ditanya; “Apakah yang telah Allah lakukan kepadamu?”

Lelaki itu menjawab: “Allah telah mengampuniku kerana ketakutanku dan kerana aku meninggalkan dosa itu.”

Rasulullah saw bersabda:

“Ketika tubuh seorang hamba bergetar kerana takut kepada Allah, berguguranlah dosanya bagaikan dedaunan yang jatuh dari pohonnya.

“Sesungguhnya Allah berkata: Aku tidak mengumpulkan pada hambaKu dua ketakutan dan dua keamanan. Barangsiapa yang takut kepadaKu di dunia, Aku amankan dia di akhirat. Dan barangsiapa yang berasa aman dariKu di dunia, Aku akan takutkan dia di akhirat.”

Disebut dalam kitab Bidayatul Hidayah. Pada hari kiamat, didatangkan api yang bergemuruh. Hinggakan menggetarkan hati setiap ummah. Ketika mereka mendekatinya, gemuruh tersebut semakin kuat. Hingga terdengar dari jarak perjalanan 500 tahun. Setiap orang sampai para nabi berkata; “Nafsi-nafsi”(sendiri-sendiri). Kecuali Rasulullah saw yang sering kau lupakan. Baginda berkata, “Umatku-umatku.”

Kemudian, keluarlah api bagaikan gunung. Umat Muhammad saw berusaha untuk menolaknya sambil berkata; “Demi orang-orang yang bersolat, demi orang-orang yang siddiq, demi orang-orang yang khusyu’. Dan demi orang-orang yang berpuasa. Kembalilah engkau wahai api!”

Malangnya, api itu tidak juga kembali. Maka, berkatalah Jibril as: Sesungguhnya api hendak membakar umat Muhammad.” Lalu datanglah ia sambil membawa segelas air sambil berkata lagi: “ Ambillah air ini. Dan percikkan ke api itu!” Rasulullah saw melakukan perkara itu. Dan seketika itu, api itu pun padam.

Lalu, Nabi Muhammad saw bertanya: “Air apakah ini?” Jibril menjawab: “Itulah air mata umatmu yang menangis kerana takut kepada Allah dan sekarang aku diperintahkan untuk memberikan air itu kepadamu supaya engkau memercikkannya kepada api sehingga padam dengan izin Allah”

Rasulullah saw seringkali berdoa: “Ya Allah, berilah aku rezeki dua mata yang menangis kerana takut kepada Engkau sebelum air mata ini habis.”

Barangsiapa yang ingin selamat daripada azab Allah serta mendapatkan pahala serta rahmatNya, hendaklah dia sabar atas kesulitan dunia, taat kepada Allah serta menjauhi maksiat. Dalam kitab Zahrir Riyadh, dirawikan dari Rasulullah saw, sesungguhnya baginda bersabda:

“Ketika masuk ahli syurga, mereka disambut oleh para malaikat dengan segala kebaikan dan kenikmatan. Dipersilakan untuk mereka singgahsana berpermaidani indah. Disajikan untuk mereka segala rupa makanan dan minuman yang lazat. Oleh itu, mereka menjadi kehairanan.”

Lantas Allah berfirman. “Wahai hamba-hambaKu mengapakah engkau hairan? Ini bukan tempat untuk merasa hairan.”

Dan mereka menjawab: “Janji untuk kami telah tiba waktunya.” Kemudian, Allah telah berfirman kepada malaikat: Bukakanlah hijab dari muka mereka. Malaikat menjawab: Ya Tuhanku, bagaimana mereka dapat melihat Engkau sedangkan mereka itu derhaka? Lalu Allah menjawab; “Sesungguhnya mereka telah berzikir, bersujud dan menangis di dunia kerana ingin bertemu denganKu.” Lalu malaikat pun membukakan tabir sehingga mereka dapat melihat. Maka, segera mereka bersujud kepada Allah.

Tetapi Allah berfirman: “Angkatlah kepalamu. Hari ini bukanlah hari untuk kamu semuanya rukuk dan sujud kepadaKu. Tetapi hari ini adalah hari pembalasan nikmat kepada kamu semua. Sesungguhnya wahai hamba-hambaKu, syurga bukanlah tempat untuk beribadat tetapi adalah tempat mulia untuk kamu merasakan nikmat dan kesenangan yang berkekalan.” Kemudian, mereka nampak Allah tanpa kaifiyah. Allah berfirman lagi: “Salam sejahtera bagi engkau hamba-hambaKu. Aku redha kepadamu. Apakah engkau redha kepadaKu?” Mereka menjawab: “Bagaimana kami tidak rela wahai Tuhan kami. Engkau telah memberi kami sesuatu yang belum pernah terlihat oleh mata, belum pernah terdengar oleh telinga, bahkan belum pernah terlintas dalam hati manusia.” Inilah yang dimaksudkan oleh Allah dalam Al Baiyinah ayat 8: Ertinya; “Allah rela kepada mereka dan mereka pun rela kepadaNya.”

Dan firman Allah dalam Yasin ayat 58 yang membawa makna: “… (Dan ucapan) perkataan selamat daripada Tuhan yang pengasih.” Dan Rasulullah saw telah bersabda: “Api neraka tidak akan menjilat orang yang pernah menangis kerana takut kerana Allah swt. Sehingga air susu kembali ke tempat asalnya.”

*Sumber: Terjemahan Mukasyafah Al Qulub tulisan Imam Al-Ghazali.

Buat mereka yang seringkali menangis demi perkara yang sia-sia; menangis kerana cinta manusia, menangis kerana membaca novel cinta, menangis menonton filem cinta yang semu. Cinta! Cinta! Cinta duniawi.

Istighfarlah! Sedarlah! Bangkitlah dari lenamu.

Buat mereka yang seringkali melupakan kekasih yang paling agung; Allah sedang menantimu di pintu taubatNya. Pulanglah padaNya… dan menangislah untukNya. Menangis untuk menangih cintaNya, menangis kerana memohon taubatNya, menangis kerana berdosa padaNya, menangis kerana takut padaNya. Kerana Allah swt telah berfirman:

“Janganlah kamu seperti orang-orang yang melupakan Allah…” (Al-Hasyr: 19)

Ingatlah, menangislah kerana Allah, kerana hanya Allah sahaja yang layak buat semua titisan air matamu…

www.iluvislam.com

rungutan kte…

Alhamdulillah…

dh msuk ari ke 20 umat islam seluruh dunia berpuase..

n aku msih diberi peluang tuk bernafas n beramal..

mknenye ade 10 mlm tuk kte trus berkhidmat pd pencipta.. InsyaAllah muda2han bkn stakat stop tuk bln ni jer n berterusan. moga2 kte sume istiqamah..

emm.. prnh x korang merungut cmni “napela lmbt sgt nk mlm ni,terseksa tul nk abskn ari ni?” lbh kreng la yer.. sbb aku pn kkdg terklua gk rungutn cmni..

tp ade x cmner “>korang terpkr cmner korang korng “>nk “>abskan ari 2 n cmner korang nk abskan baki ari 2? mksdnye adakah korng nk biar mse tu terbuang sia2 ngan tunggu jer smpai wktu nk tdo or korng isi ngan bende2 bermanfaat?

n korng ade x pastikn ari ni lebh baik dr semalam or i dun care.. ade beza ker?

kalo korng xde rungutan cmni  n selalu manfaatkn ari ngan baik Alhamdulillah..

nape??

sbb pg ni pas solat subuh aku teringt surah Al-Ashr (103)..

n sbb kekdg tu aku sgt terleka ape yg ade pd dunie.. smpai lupa nk jdkan ari ni lbh baik dr semalam.. esok x dpt di bygkan lagi sbb aku xtau ade esok x tuk aku..

prnh satu masa (bkn lme sgt pn) ble musibah dtg ptus asa pn dtg sme n rungutan ni la yg slalu klua dr mulut aku..aku cme hrpkan ari berlalu, x yah aku ssh2 nk pkr.. krenye ari2 berlalu tanpa effort la.. sia2..

tp x semudh tu kan.. ble aku evaluate blk n bce plak buku2 bermanfaat bru aku tau spya jgn biarkn ari berlalu ngan sia2 sbb kte xtau ade esok x tuk kte..


Ya Allah..

Ya Allah.. jika aku jatuh cinta..

cintakanlah aku pd seseorang yg melabuhkan cintanya padaMu..

agar bertambah kekuatanku tuk mencintaiMu..

Ya Muhaimin.. jika aku jatuh hati..

izinkanlah aku menyentuh hatinya yang bertaut padaMu..

agar tak terjatuh ke dalam jurang cinta nafsu..

Ya Rabbana.. jika aku jatuh hati..

jagalah hatiku padanya..

agar tak berpaling daripada hatiMu..

www.iluvislam.com

untukmu bkal2 suami..

www.iluvislam.com
Coretan Untuk Bakal Isteri
Assalamualaikum wrt. wbt.

Untukmu, Bakal isteriku..

Tangan ini mula menulis apa yang telah dikarangkan oleh hati ini di dalam kalbu. Aku mula tertanya-tanya adakah aku sudah seharusnya mula mencari sebahagian diriku yang hilang. Bukanlah niat ini disertai oleh nafsu tetapi atas keinginan seorang muslim mencari sebahagian agamanya. Acap kali aku mendengar bahawa ungkapan “Kau tercipta untukku.”

Aku awalnya kurang mengerti apa sebenarnya erti kalimah ini kerana diselubungi jahiliyah. Rahmat dan hidayah Allah yang diberikan kepada diriku, baru kini aku mengerti bahawa pada satu hari nanti, aku harus mengambil satu tangungjawab yang sememangnya diciptakan khas untuk diriku, iaitu dirimu. Aku mula mempersiapkan diri dari segi fizikal, spiritual dan juga intelektual untuk bertemu denganmu.

Aku mahukan pertemuan kita yang pertama aku kelihatan ’sempurna’ di hadapanmu walaupun hakikatnya masih banyak lagi kelemahan diri ini. Aku cuba mempelajari erti dan hakikat tanggungjawab yang harus aku galas ketika dipertemukan dengan dirimu. Aku cuba membataskan perbicaraanku dengan gadis lain yang hanya dalam lingkaran urusan penting kerana aku risau aku menceritakan rahsia diriku kepadanya kerana seharusnya engkaulah yang harus mengetahuinya kerana dirimu adalah sebahagian dariku dan ianya adalah hak bagimu untuk mengetahui segala zahir dan batin diriku ini.

Apabila diriku memakai kopiah, aku digelar ustaz. Diriku diselubungi jubah, digelar syeikh. Lidahku mengajak manusia ke arah makruf digelar daie. Bukan itu yang aku pinta kerana aku hanya mengharapkan keredhaan Allah. Yang aku takuti, diriku mula didekati oleh wanita kerana perawakanku dan perwatakanku. Baik yang indah berhijab atau yang ketat bert-shirt, semuanya singgah disisiku. Aku risau imanku akan lemah. Diriku tidak dapat menahan dari fitnah ini. Rasulullah S.A.W pernah bersabda, “Aku tidak meninggalkan setelahku fitnah yang lebih bahaya untuk seorang lelaki melainkan wanita.”

ku khuatir amalanku bukan sebulatnya untuk Rabbku tetapi untuk makhluknya. Aku memerlukan dirimu untuk menghindari fitnah ini. Aku khuatir kurangnya ikhlas dalam ibadahku menyebabkan diriku dicampakkan ke neraka meninggalkan kau seorang diri di syurga. Aku berasa bersalah kepada dirimu kerana khuatir cinta yang hak dirimu akan aku curahkan kepada wanita lain. Aku sukar untuk mencari dirimu kerana dirimu bagaikan permata bernilai di antara ribuan kaca menyilau. Tetapi aku pasti jika namamu yang ditulis di Luh Mahfuz untuk diriku, nescaya rasa cinta itu akan Allah tanam dalam diri kita. Tugas pertamaku bukan mencari dirimu tetapi mensolehkan diriku. Sukar untuk mencari solehah dirimu andai solehku tidak setanding dengan ke’solehah’anmu. Janji Allah pasti kupegang dalam misi mencari dirimu. “Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik.”

Jiwa remaja ku ini mula meracau mencari cinta. Matang kian menjelma dan kehadiran wanita amat terasa untuk berada di sisi. Setiap kali aku merasakannya, aku mengenangkan dirimu. Di sana engkau setia menunggu diriku, tetapi di sini aku curang kepadamu andai aku bermain dengan cinta fatamorgana. Sampaikan doamu kepada diriku agar aku dapat menahan gelora kejantananku disamping aku mengajukan sendiri doa diperlindungi diri.

Bukan harta,rupa dan keturunan yang aku pandang dalam mencari dirimu. Cukuplah agama sebagai pengikat kasih antara kita. Saat di mana aku bakal melamarmu, akan ku lihat wajahmu sekilas agar mencipta keserasian diantara kita kerana itu pesan Nabi kita. Tidak perlu alis mata seakan alis mata unta, wajah bersih seakan putih telur ataupun bibir merah delima tetapi cukup cuma akidah sekuat akar, ibadah sebagai makanan dan akhlak seindah budi.

“Kahwinilah isteri kerana empat perkara; keturunan, harta, rupa dan agama. Dan jika kau memilih agama, engkau tidak akan menyesal.” Jika aku dipertemukan dengan dirimu, akan ku jaga perasaan kasih ini supaya tidak tercurah sebelum masanya. Akan ku jadikan syara’ sebagai pendinding diri kita. Akan ku jadikan akad nikah itu sebagai cop halal untuk mendapatkan dirimu. Biarlah kita mengikuti nenek moyang kita, Nabi Adam dan Siti Hawa yang bernikah sebelum disatukan agar kita dapat menikmati kenikmatan perkahwinan yang menjanjikan ketenangan jiwa, ketenteraman hati dan kedamaian batin. Doakan diriku ini agar tidak berputus asa dan sesat dalam misi mencari dirimu kerana aku memerlukan dirimu untuk melengkapkan sebahagian agamaku.

Dariku, Bakal suamimu.

huh.. its been a long day kan..
rse cm nk bernafas pn semput.. ape aku wat bln pose ni..
pg td cm biase la pas tahajjud aku mnum air n mkn kurma pas 2 trus lentok.. mmg ngantuk gle babas mata gw ini.. alih2 terlelap dh subuh.. ni sume rumet nye psal la..
smlm dok begadang (brjge) smpai kul 2 pg smata2 nk tnye psal cinta jer pn.. oleh krn aku ni rumet yg baik aku tadahkan telinga n ade gkla cket2 bg opinion aku sndri..
cinta..
hai… xde topik lain gknye yg nk borak.. ok..fine.. selagi ade manusia kt dunie ni selagi tu la topik ni hangat org nk cter..
aku?? emm..cinta..cinta pas khwin jela..
tp to be honest mmgla ade experience bercinta dh..
should i say experience?? tett.. hihi.. biala rahsia..
ape yg aku tau psal cinta is dasarkan cinta pada Allah dulu sbb pas 2 brula dtgnye cinta pd makhlukNya..
mknenye kte mencintai seseorang krn kte nk mencari keredhaan Allah swt.. i love u bcoz of Allah..
adakah kte sdar?? yg tgh bercinta or dh ptus cinta or dh kahwin tu pn ask urself whether u love him/her bcoz of Allah.. or sbb die cntk, die mnrk n die mmg da bomb..

Kiriman-Kiriman Sebelumnya »